BANGUN INDONESIA

Senin, 13 Oktober 2025

TEMPLATE PRAKTIK BAIK PEMANFAATAN DANA DESA

 

1.   Identitas Desa

Nama Desa                   : Pulau Pahawang

Kecamatan                   : Marga Punduh

Kabupaten                    : Pesawaran

Provinsi                        : Lampung

Media Sosial Desa         : DESA Pulau Pahawang (Facebook)

2.   IdentitasPenulisPraktik Baik

Nama/Posisi TPP           :

No.

Nama TPP

Posisi TPP

Nomor Kontak TPP

1.

Koharuddin, S.Pdi, M.Pd

Koordinator TPP

082181890123

2.

Khairul Awam, S.P

Pendamping Desa

082185189800

3.

Edi Jamhari

Pendamping Lokal Desa

082186545961

 

Peranan TPP dalam pelaksanaan kegiatan praktik baik :

Sebagai Katalisator

TPP membantu masyarakat mengidentifikasi dan menggali potensi lokal (asset-based community development). Memicu ide-ide inovatif untuk memanfaatkan aset yang ada, seperti keahlian nelayan, sumber daya laut, atau kelompok perempuan pengolah ikan, untuk menciptakan produk wisata baru yang berbasis pada ketahanan pangan. TPP mendorong masyarakat untuk melihat peluang, bukan masalah.


Fasilitator

TPP mempermudah proses perencanaan dan penganggaran Dana Desa secara partisipatif. Mereka memastikan semua pihak—termasuk kelompok nelayan, perempuan, dan pemuda—terlibat aktif dalam musyawarah desa. TPP membantu proses penyusunan dokumen perencanaan seperti RKPDes agar program Ketahanan Pangan Bahari menjadi destinasi wisata yang memiliki dasar hukum dan alokasi dana yang jelas.


Pendamping Teknis

TPP memberikan bimbingan teknis dan manajerial kepada pengelola desa dan kelompok masyarakat. Ini termasuk pendampingan dalam pengelolaan BUM Desa atau Pokdarwis, pembuatan laporan keuangan, dan pertanggungjawaban dana. Membantu menjembatani desa dengan pihak eksternal, seperti dinas terkait atau perguruan tinggi, untuk mendapatkan pelatihan dan dukungan teknis yang lebih spesifik, seperti teknik budidaya ikan dikaramba jaring apung, pengolahan hasil laut yang lebih baik atau strategi pemasaran digital.


3.   Deskripsi Praktik Baik

a.    Tema Kegiatan

b.    Nama Kegiatan


 

c.    Tahun Anggaran Dana Desa

d.    Alokasi Anggaran Dana Desa

:

:

 



:


:

Inovasi Program Ketahanan Pangan Bahari

Asset Base Community Development dalam Perencanaan Ekowisata Katahanan Pangan

Tahun 2025


Rp.167.000.000,00

 

 

Latar Belakang                                :  

Di wilayah pesisir, tantangan seperti kemiskinan, degradasi lingkungan, dan ketergantungan pada satu jenis mata pencaharian sering kali terjadi. Selama ini, banyak intervensi pembangunan yang berfokus pada apa yang tidak dimiliki masyarakat (pendekatan berbasis kekurangan atau needs-based), sehingga solusi yang ditawarkan sering kali tidak berkelanjutan dan kurang melibatkan partisipasi lokal. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan baru yaitu Asset-Based Community Development (ABCD). Pendekatan ini tidak berfokus pada masalah, melainkan pada aset, potensi, dan kekuatan yang sudah ada di komunitas. Dengan perencanaan ABCD, pengembangan ekowisata ketahanan pangan bahari dapat dilakukan dengan memberdayakan masyarakat sebagai subjek utama. Mereka akan dilibatkan untuk mengidentifikasi kekayaan alam, keahlian tradisional, serta modal sosial yang mereka miliki, dan menggunakannya sebagai fondasi untuk membangun wisata yang mandiri, lestari, dan memberikan dampak nyata bagi ketahanan pangan serta kesejahteraan mereka sendiri.

Pelaksana/pengelolaKegiatan     

    BUM Desa Jaya Abadi Desa Pulau Pahawang

 

PelaksanaanKegiatan

1.    Pra Perencanaan                     

Discovery (Menemukan kembali kekuatan kekuatan yang ada di masyarakat)

Tahap ini berfokus pada identifikasi dan pemetaan kekuatan kekuatan yang ada di masyarakat yang selama ini tersimpan dimasyarakat atau tidak disadari keberadaanya, menemukan kekuatan yang ada di masyarakat dilakukan dengan berbagi cerita baik cerita yang menyenangkan, membahagiakan atau hal hal yang pernah dilakukan oleh masyarakat tentang mimpi mereka untuk Desa Pulau Pahawang. Kegiatan dilakukan melalui, diskusi kelompok terfokus, wawancara, atau observasi. Dari Discovery ini didapat data data pokok seperti:

·       Aset Manusia: Keahlian dan keterampilan individu dalam kemampuan mengolah ikan, keahlian membuat kerajinan dari bahan yang laut.

·       Aset Organisasi: Kelompok atau paguyuban yang sudah aktif.

·       Aset Institusi: Lembaga atau institusi formal di desa

·       Aset Fisik: Infrastruktur atau sumber daya alam yang ada seperti perahu nelayan, Hutan Mangrove, Terumbu karang, dan sumber air bersih).

·       Aset Finansial: Sumber daya ekonomi seperti aset BUM DESA atau hasil penjualan produk lokal Oleh masyarakat

Dream (Menciptakan Visi Bersama)

Mengajak masyarakat membayangkan mimpinya tentang Usaha BUM DESA yang berintegrasi dengan ekowisata bahari dengan memanfaatkan potensi SDA dan SDM yang ada. Tahap ini bersifat kolaboratif dan imajinatif. Kegiatan dilakukan melalui tahapan tahapan sebagai berikut:

·     Proses: Dilaksanakan dengan melakukan Mini Lokakarya Visi dan Misi Ketahanan Pangan Tematik, curah pendapat untuk menghasilkan mimpi kolektif.

·   Visi: menyepakati visi bersama Desa kami menjadi pusat Ekowisata Ketahanan Pangan Bahari yang ramah lingkungan dan dikelola sepenuhnya oleh masyarakat dan BUM DESA.

·     Program Unggulan: Paket wisata kuliner berbasis ikan, budidaya ikan dalam keramba, spot diving terumbu karang dan homestay terapung.

2.    Perencanaan

Design (Merancang Strategi Aksi)

Tahap ini menerjemahkan visi atau dream (mimpi masyarakat) menjadi rencana kerja yang konkret. Dalam tahapan design ini BUM DESA Jaya Abadi diarahkan untuk dapat membuat Road Map atau peta perjalanan dalam mensukseskan visi atau dream yang telah disepakati bersama melalui: 

·              Penyusunan Rencana Aksi: Penyusunan rencana aksi dilakukan melalui MUSDES dengan mengundang komunitas komunitas yang telah berbagi cerita dan mengelompokan potensi yang terdata di tahapan discovey. BUM DESA Jaya Abadi menjadi pioner dalam menggerakkan komunitas untuk membuat daftar langkah-langkah yang akan dilalui, pelibatan komunitas sebagai penanggung jawab pada langkah langkah yang disepakati, dan adanya tenggat waktu pencapaian progres.

·              Pembentukan Tim Pengelola: BUM DESA Jaya Abadi bersama TPP memberikan penguatan-penguatan kelompok yang akan menjadi motor penggerak misalkan Pokdarwis, lengkap dengan peran dan tanggung jawab masing-masing.

3.    Pelaksanaan

Define (Mobilisasi dan Implementasi)

Tahapan ini merupakan aksi bersama untuk mewujudkan kekuatan kekuatan yang telah ditemukan. Dengan menyadari kekuatan atau aset yang meraka miliki masyarakat diharapkan dapat membuat langkah langkah baru yang selama ini tidak diketahui seperti:

·        Mobilisasi Aset: melakukan pemaksimalan fungsi dari aset-aset yang telah diidentifikasi pada tahap Discovery dan mulai dimanfaatkan. seperti Perahu nelayan dimodifikasi menjadi perahu wisata, lahan kosong di pinggir pantai diubah menjadi warung kuliner, Keramba Jaring Apung difungsikan sebagai Mini Bar dengan Free WIFI dan menyajikan kuliner lokal, ditambatkannya Home stay terapung di Karamba, dan di fungsikan Setiap Sudut Keramba untuk dijadikan Spot FOTO yang unik dan Spot DIVING

·        Pelaksanaan Program: Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai rencana aksi. Sampai dengan Praktik Baik ini dibuat yaitu Rumah Apung sebagai Home stay, Spot DIVING, perahu wisata, dan kuliner hasil laut.

·        Keterlibatan Pihak Luar: Keterlibatan pihak eksternal (pemerintah, swasta, akademisi) yang turut membantu diantaranya Balai Pengembangan Budi Daya Laut Lampung sebagai penyedia BIBIT ikan dan Dukungan Pelatihan Teknis Budidaya serta produksi pelet makanan ikan selain itu juga mendapatkan dukungan dari agen agen wisata dengan melakukan promosi paket wisata diantaranya menginap di homestay KJA BUM DESA Jaya Abadi.

 

4.    Apresiasi dan Keberlanjutan

 Bagaimana sebuah perencaan yang dibuat tentunya diharapkan

                              Memberikan dampak kepada masyarakat pada umumnya dan BUM

DESA Jaya Abadi pada khususnya. Apresiasi yang diharapkan adalah

sebagai berikut:

 

a.    Dampak/outcome        : Sebagi salah satu untuk interpensi penurunan kemiskinan diwilayah Desa, karena KJA yang dibangun diharapkan dapat mendongkrak aktivitas wisata ke Desa Pulau Pahawang.

b.  Penerima Manfaat        : Mayarakat dan komunitas yang bermimpi bersama menjadikan KJA BUM DESA Jaya Abadi sebagai KJA Pertama yang menawarkan fasilitas wisata Bahari.

c. Kontribusi pada PADesa : diharpakan kedepan akan mampu menyumbangkan PADes di Tahun 2026.

d.  Keterlibatanpihak lain   : Peran Aktif dari POKDARWIS Desa, BBBL-Lampung, Kekuatan Promosi agen wisata dan Kreator Medsos serta TPP Kecamatan Marga Punduh dalam memfasilitasi Setiap Kegiatan seseuai dengan ketentuan Road Map yang telah disepakati bersama.

e.   Pengembangan Program/Jenis Usaha          : Terbentuknya Unit Usaha Ketahanan Pangan Bahari yang bernilai plus (added Value)

f.  Kontak PIC Kegiatan (Desa)   : Bapak Nasrudin  kontak/HP : 082282798407 adalah Direktur BUM Desa Jaya Abadi Pulau Pahawang

g.    Dokumentasi Kegiatan : Monitoring hasil penambatan KJA BUM DESA Jaya Abadi


Kegiatan

Ketahan Pangan Bahari

Lokasi

Desa Pulau Pahawang

Waktu

2025

Keterangan

Lokasi KJA

 

Added Value:

a.    Proses perencanaan berbasis potensi dan penuh dengan keterlibatan dan

partisipasi komunitas di masyarakat desa.

b.    Memberikan peluang orang orang kunci yang ada di masyarakat untuk turut serta mensukseskan program ketahanan pangan karena discovery yang dilakukan mendengarkan cerita keberhasilan dari orang orang kunci.

c.    Terintegrasi dengan potensi SDA dan pelestarian Lingkungan Hidup, karena Program ketahanan pangan akan berkelanjutan dan potensi tersebut menjadi salah satu komponen yang menjadikan nilai jual ikutan pada program ketahanan pangan.

 

4.   Contact Person Desa

Contact person Desa dapat diisi dengan nama dan nomor HP aktif:

a.    Kepala Desa            : A.SALIM/  082175634288

b.     Sekretaris Desa       : NASRUDIN /082282798407

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0 comments:

Posting Komentar