1.
Identitas Desa
Nama Desa : Pulau Pahawang
Kecamatan : Marga Punduh
Kabupaten : Pesawaran
Provinsi : Lampung
Media Sosial Desa : DESA Pulau Pahawang (Facebook)
2.
IdentitasPenulisPraktik Baik
Nama/Posisi TPP :
|
No. |
Nama
TPP |
Posisi
TPP |
Nomor Kontak TPP |
|
1. |
Koharuddin,
S.Pdi, M.Pd |
Koordinator
TPP |
082181890123 |
|
2. |
Khairul
Awam, S.P |
Pendamping
Desa |
082185189800 |
|
3. |
Edi
Jamhari |
Pendamping
Lokal Desa |
082186545961 |
Peranan TPP dalam pelaksanaan kegiatan praktik
baik :
|
Sebagai Katalisator TPP membantu masyarakat mengidentifikasi
dan menggali potensi lokal (asset-based community development). Memicu
ide-ide inovatif untuk memanfaatkan aset yang ada, seperti keahlian nelayan,
sumber daya laut, atau kelompok perempuan pengolah ikan, untuk menciptakan
produk wisata baru yang berbasis pada ketahanan pangan. TPP mendorong
masyarakat untuk melihat peluang, bukan masalah. Fasilitator TPP mempermudah proses perencanaan dan
penganggaran Dana Desa secara partisipatif. Mereka memastikan semua
pihak—termasuk kelompok nelayan, perempuan, dan pemuda—terlibat aktif dalam
musyawarah desa. TPP membantu proses penyusunan dokumen perencanaan seperti
RKPDes agar program Ketahanan Pangan Bahari menjadi destinasi wisata yang memiliki
dasar hukum dan alokasi dana yang jelas. Pendamping Teknis TPP memberikan bimbingan teknis dan manajerial kepada pengelola desa dan kelompok masyarakat. Ini termasuk pendampingan dalam pengelolaan BUM Desa atau Pokdarwis, pembuatan laporan keuangan, dan pertanggungjawaban dana. Membantu menjembatani desa dengan pihak eksternal, seperti dinas terkait atau perguruan tinggi, untuk mendapatkan pelatihan dan dukungan teknis yang lebih spesifik, seperti teknik budidaya ikan dikaramba jaring apung, pengolahan hasil laut yang lebih baik atau strategi pemasaran digital. |
3. Deskripsi
Praktik Baik
|
a.
Tema Kegiatan b. Nama Kegiatan
c.
Tahun Anggaran Dana Desa d.
Alokasi Anggaran Dana Desa |
: : : : |
Inovasi Program Ketahanan
Pangan Bahari Asset Base Community Development dalam Perencanaan Ekowisata Katahanan Pangan Tahun 2025 Rp.167.000.000,00 |
Latar
Belakang :
Di
wilayah pesisir, tantangan seperti kemiskinan, degradasi lingkungan, dan
ketergantungan pada satu jenis mata pencaharian sering kali terjadi. Selama
ini, banyak intervensi pembangunan yang berfokus pada apa yang tidak dimiliki
masyarakat (pendekatan berbasis kekurangan atau needs-based), sehingga
solusi yang ditawarkan sering kali tidak berkelanjutan dan kurang melibatkan
partisipasi lokal. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan baru yaitu Asset-Based
Community Development (ABCD). Pendekatan ini tidak berfokus pada masalah,
melainkan pada aset, potensi, dan kekuatan yang sudah ada di komunitas.
Dengan perencanaan ABCD, pengembangan ekowisata ketahanan pangan bahari dapat
dilakukan dengan memberdayakan masyarakat sebagai subjek utama. Mereka akan
dilibatkan untuk mengidentifikasi kekayaan alam, keahlian tradisional, serta
modal sosial yang mereka miliki, dan menggunakannya sebagai fondasi untuk
membangun wisata yang mandiri, lestari, dan memberikan dampak nyata bagi
ketahanan pangan serta kesejahteraan mereka sendiri.
Pelaksana/pengelolaKegiatan
BUM
Desa Jaya Abadi Desa Pulau Pahawang
PelaksanaanKegiatan
1. Pra
Perencanaan
Discovery (Menemukan kembali
kekuatan kekuatan yang ada di masyarakat)
Tahap ini berfokus pada
identifikasi dan pemetaan kekuatan kekuatan yang ada di masyarakat yang selama
ini tersimpan dimasyarakat atau tidak disadari keberadaanya, menemukan kekuatan
yang ada di masyarakat dilakukan dengan berbagi cerita baik cerita yang
menyenangkan, membahagiakan atau hal hal yang pernah dilakukan oleh masyarakat
tentang mimpi mereka untuk Desa Pulau Pahawang. Kegiatan dilakukan melalui,
diskusi kelompok terfokus, wawancara, atau observasi. Dari Discovery ini
didapat data data pokok seperti:
·
Aset Manusia: Keahlian dan keterampilan
individu dalam kemampuan mengolah ikan, keahlian membuat kerajinan dari bahan yang
laut.
·
Aset Organisasi: Kelompok atau paguyuban yang
sudah aktif.
·
Aset Institusi: Lembaga atau institusi formal di
desa
·
Aset Fisik: Infrastruktur atau sumber daya
alam yang ada seperti perahu nelayan, Hutan Mangrove, Terumbu karang, dan sumber
air bersih).
· Aset Finansial: Sumber daya ekonomi seperti aset BUM DESA atau hasil penjualan produk lokal Oleh masyarakat
Dream (Menciptakan Visi Bersama)
Mengajak masyarakat membayangkan mimpinya tentang Usaha BUM DESA yang
berintegrasi dengan ekowisata bahari dengan memanfaatkan potensi SDA dan SDM
yang ada. Tahap ini bersifat kolaboratif dan imajinatif. Kegiatan dilakukan
melalui tahapan tahapan sebagai berikut:
· Proses: Dilaksanakan dengan melakukan Mini Lokakarya Visi dan Misi Ketahanan Pangan Tematik, curah pendapat untuk menghasilkan mimpi kolektif.
· Visi: menyepakati visi bersama Desa kami menjadi pusat Ekowisata Ketahanan Pangan Bahari yang ramah lingkungan dan dikelola sepenuhnya oleh masyarakat dan BUM DESA.
· Program Unggulan: Paket wisata kuliner berbasis ikan, budidaya ikan dalam keramba, spot diving terumbu karang dan homestay terapung.
2. Perencanaan
Design (Merancang Strategi Aksi)
Tahap ini
menerjemahkan visi atau dream (mimpi masyarakat) menjadi rencana kerja yang
konkret. Dalam tahapan design ini BUM DESA Jaya Abadi diarahkan untuk dapat
membuat Road Map atau peta perjalanan dalam mensukseskan visi atau dream
yang telah disepakati bersama melalui:
·
Penyusunan Rencana Aksi: Penyusunan rencana aksi dilakukan melalui MUSDES dengan mengundang
komunitas komunitas yang telah berbagi cerita dan mengelompokan potensi yang
terdata di tahapan discovey. BUM DESA Jaya Abadi menjadi pioner dalam
menggerakkan komunitas untuk membuat daftar langkah-langkah yang akan dilalui, pelibatan
komunitas sebagai penanggung jawab pada langkah langkah yang disepakati, dan adanya
tenggat waktu pencapaian progres.
· Pembentukan Tim Pengelola: BUM DESA Jaya Abadi bersama TPP memberikan penguatan-penguatan kelompok yang akan menjadi motor penggerak misalkan Pokdarwis, lengkap dengan peran dan tanggung jawab masing-masing.
3.
Pelaksanaan
Define (Mobilisasi dan
Implementasi)
Tahapan ini merupakan aksi
bersama untuk mewujudkan kekuatan kekuatan yang telah ditemukan. Dengan
menyadari kekuatan atau aset yang meraka miliki masyarakat diharapkan dapat
membuat langkah langkah baru yang selama ini tidak diketahui seperti:
·
Mobilisasi
Aset: melakukan
pemaksimalan fungsi dari aset-aset yang telah diidentifikasi pada tahap Discovery
dan mulai dimanfaatkan. seperti Perahu nelayan dimodifikasi menjadi perahu
wisata, lahan kosong di pinggir pantai diubah menjadi warung kuliner, Keramba
Jaring Apung difungsikan sebagai Mini Bar dengan Free WIFI dan menyajikan
kuliner lokal, ditambatkannya Home stay terapung di Karamba, dan di
fungsikan Setiap Sudut Keramba untuk dijadikan Spot FOTO yang unik dan Spot
DIVING
·
Pelaksanaan
Program: Kegiatan-kegiatan
yang telah dilaksanakan sesuai rencana aksi. Sampai dengan Praktik Baik ini
dibuat yaitu Rumah Apung sebagai Home stay, Spot DIVING, perahu wisata, dan
kuliner hasil laut.
·
Keterlibatan
Pihak Luar:
Keterlibatan pihak eksternal (pemerintah, swasta, akademisi) yang turut
membantu diantaranya Balai Pengembangan Budi Daya Laut Lampung sebagai penyedia
BIBIT ikan dan Dukungan Pelatihan Teknis Budidaya serta produksi pelet makanan
ikan selain itu juga mendapatkan dukungan dari agen agen wisata dengan
melakukan promosi paket wisata diantaranya menginap di homestay KJA BUM DESA
Jaya Abadi.
4.
Apresiasi dan Keberlanjutan
Bagaimana sebuah perencaan yang dibuat
tentunya diharapkan
Memberikan dampak
kepada masyarakat pada umumnya dan BUM
DESA
Jaya Abadi pada khususnya. Apresiasi yang diharapkan adalah
sebagai
berikut:
a. Dampak/outcome : Sebagi salah satu untuk interpensi
penurunan kemiskinan diwilayah Desa, karena KJA yang dibangun diharapkan dapat
mendongkrak aktivitas wisata ke Desa Pulau Pahawang.
b. Penerima
Manfaat : Mayarakat dan komunitas
yang bermimpi bersama menjadikan KJA BUM DESA Jaya Abadi sebagai KJA Pertama
yang menawarkan fasilitas wisata Bahari.
c. Kontribusi
pada PADesa : diharpakan kedepan akan mampu menyumbangkan PADes di Tahun 2026.
d. Keterlibatanpihak
lain : Peran Aktif dari POKDARWIS Desa,
BBBL-Lampung, Kekuatan Promosi agen wisata dan Kreator Medsos serta TPP
Kecamatan Marga Punduh dalam memfasilitasi Setiap Kegiatan seseuai dengan
ketentuan Road Map yang telah disepakati bersama.
e. Pengembangan
Program/Jenis Usaha :
Terbentuknya Unit Usaha Ketahanan Pangan Bahari yang bernilai plus (added
Value)
f. Kontak
PIC Kegiatan (Desa) : Bapak Nasrudin kontak/HP : 082282798407 adalah Direktur BUM
Desa Jaya Abadi Pulau Pahawang
g. Dokumentasi
Kegiatan : Monitoring hasil penambatan KJA
BUM DESA Jaya Abadi
Kegiatan |
|
|
Ketahan Pangan Bahari |
|
|
Lokasi |
|
|
Desa Pulau Pahawang |
|
|
Waktu |
|
|
2025 |
|
|
Keterangan |
|
|
Lokasi KJA |
Added Value:
a.
Proses perencanaan berbasis
potensi dan penuh dengan keterlibatan dan
partisipasi
komunitas di masyarakat desa.
b.
Memberikan peluang orang
orang kunci yang ada di masyarakat untuk turut serta mensukseskan program
ketahanan pangan karena discovery yang dilakukan mendengarkan cerita
keberhasilan dari orang orang kunci.
c.
Terintegrasi dengan potensi
SDA dan pelestarian Lingkungan Hidup, karena Program ketahanan pangan akan
berkelanjutan dan potensi tersebut menjadi salah satu komponen yang menjadikan
nilai jual ikutan pada program ketahanan pangan.
4.
Contact Person
Desa
Contact
person Desa dapat diisi dengan nama dan nomor HP
aktif:
a.
Kepala Desa : A.SALIM/ 082175634288
b. Sekretaris
Desa : NASRUDIN /082282798407








0 comments:
Posting Komentar